Langsung ke konten utama

Pengalaman Pertama Ikut Volunteer Di Luar Kampus

 Hai...

Ini tulisan pertama untuk isi blog aku, setelah 3 tahun dari buat profile blog ini. Aku nggak tau mau nulis apa, jadi baru sekarang kepikiran untuk nulis pengalaman pertama aku untuk nyoba kegiatan volunteer dan sebenernya ini cerita 1 tahun lalu, jadi maaf kalau kebanyakan gak inget wkwkwk. Aku harap dari cerita aku bisa di ambil manfaat walaupun tulisanku masih berantakan.

Aku termasuk anak yang cukup malas untuk ngikutin kegiatan sosial karena sifat aku yang terlalu takut untuk mencoba berinteraksi dengan orang baru, takut orang lain ngejudge aku kayak gimana-gimana. Tapi saat itu aku punya temen yang bisa dibilang ambis dalam mengikutin kegiatan organisasi dan lainnya. Hal kayak gitu ngebuat aku juga mikir, masa iya aku mau ngestuck kayak gini aja, gak bisa ikut organisasi, gak berani terus untuk berinteraksi sama orang baru. Jadi aku cobalah nyari-nyari volunteer (karna aku belum siap untuk ikut organisasi) di google, instagram, twitter apa ada kegiatan volunteer yang cocok sama aku dan mudah aku jalanin sambil kuliah (emang gak berani ambil yang besar dulu wkwkwk).

Akhirnya aku nemulah beberapa kegiatan volunteer/relawan di Indorelawan. Namanya Generasi Literasi (ada satu lagi aku apply tapi lupa namanya miaan :' ) di dalam kegiatan yang mereka lakukan itu buku-buku hasil donasi dan dikirim ke perpustakaan kecil yang ada di Indonesia. Aku cukup tertarik sama kegiatan yang mereka jabarin dan akhirnya aku apply data diri disaat aku semester 3 kalau gak salah karna saat itu tugas kuliah gak sebanyak semester sekarang (aku semester 6 btw hihi). 

Jujur, disaat itu aku sama sekali gak berharap banyak untuk bisa kepilih jadi salah satu volunteer, sampai aku lupa kalau aku apply jadi volunteer wkwkwk. Daaaaaannn beberapa minggu kemudian tiba tiba ada email kalau aku kepilih buat jadi salah satu volunteer. WUAAAAHHH aku seneng banget karna aku bisa keterima dan berani ngikut volunteer wkwkwk. Akhirnya aku ngelakuinlah semua tata cara sebelum acaranya dimulai.

Awal kegiatan pasti dimulai dengan sosialisasi antara anggota GenLit dengan Volunteer. Semua kakak-kakak anggota GenLit ramah banget dan penuh canda tawa. Sejujurnya aku kaget dan mungkin kagum sama keadaan dimana semua orang dengan mudah berinteraksi dengan orang baru. Seperti yang aku bilang sebelumnya kalau aku sedikit malu untuk memulai interaksi dengan orang baru. Lanjut, kegiatan diisi dengan 4 narasumber yang hebat dari Pendiri Taman Bacaan Pelangi, Pendiri Indoreadgram, Pengembang Materi Genras Tastaba, dan Pediri Pinjam Pustaka. Mereka ini sangat peduli terhadap literasi anak-anak yang susah dalam mendapatkan buku dan saat denger perjalanan mereka hingga memudahkan anak-anak dapat membaca buku buat aku termotivasi. 

Lanjutt, berbincang dengan narasumber, kita membuat grup berlima, tapi aku lupa nama kelompok aku apa hihhihi, setelah zoom meeting selesai, kami menentukan bagian seperti membuat poster, keuangan, pemilihan tempat dan lain-lain. Kebetulan banget aku dipilih untuk membuat poster. Aku terima aja lagian lumayan buat belajar bikin poster donasi. Aku buat poster pake canva soalnya luamyan gampang digunain, kayak nyari template, stiker itu banyak yang gratis. Sebenernya aku masih amatir buat poster, tapi aku tetep suka sama karya pertama ku pake canva hihihi.

Kami sekelompok memutuskan untuk mendonasikan buku  ke perpustakaan yang dekat dari rumah salah satu anggota kami, yaitu di Bali. Seiring berjalannya waktu sampai batas waktu yang ditentukan, ternyata aku cuma dapet 6 buku yang bisa digunain anak-anak, dan sedikit uang donasi. Walaupun temen-temen sekelompok aku lumayan banyak tapi itu juga masih kurang karena buku yang diusahakan minimal 60 buku. Pada akhirnya kami beli buku dengan menggunakan uang donasi. Setelah bukunya cukup, kami mengirim buku secara masing-masing karena kami semua dari daerah yang berbeda-beda. 

Akhirnya bukunya datang ketempat tujuan yaitu Pojok Baca Desa Langgahan. sehari setelahnya, kami mengadakan zoom meeting bersama bersama anak-anak sana sembari mengadakan permainan. Tapi tapi tapi sangat disayangkan banget karena hari itu bertepatan aku harus ujian online dan akhirnya aku gak ikut buat zoom meeting bersama :(. Sedihh banget padahal itu project terakhir bersama kelompok dan anak-anak :'(. Tapi gpp mungkin memang belum ditakdirkan bertemu anak-anak baik.

Selesaaiii ceritanya hahahah, walapun ada sedih, tapi tetep banyak bahagianya karena bisa ketemu orang baru. Aku bener-bener dapat banyak banget pengalaman dan pelajaran dari sana. Jangan takut untuk keluar dari zona nyaman, dan mencoba hal baru, karena banyak pengalaman yang mungkin akan membuat kamu bisa terkesima.

Sekian dari cerita ini, walaupun agak berantakan, tapi semoga bisa menjadi motivasi kalian buat bisa mencoba hal baru 

Terima kasih 😊


poster feed instagram


poster story instagram

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My First Experience SEVENTEEN WORLD TOUR "BE THE SUN" ADDITIONAL SHOW Concert in Gelora Bung Karno Madya Stadium

 Haiiiiii.... Selamat datang di blog aku yang random ini hihihi      Kali ini aku mau cerita atau berbagi sedikit pengalaman pertama aku waktu nonton Seventeen World Tour Be The Sun tanggal 28 Desember 2022 di Stadiun Madya GBK.      Aku bakal cerita sedikit tentang awal dan kenapa suka sama Seventeen yaaa. Aku suka sama Seventeen semenjak awal bulan agustus 2022. Sebenernya aku udah tau seventeen dari 2016 lagu Pretty U cuma aku masih suka sukanya sama EXO dan belum ada minat untuk punya dua fandom dan dua grup KPOP yang di suka. Jadi pa aku tau mereka, aku cuma kayak 'oh ini yang namanya Seventeen' dan aku kira mereka ada 17 orang dong karena namanya wkwkwkw maaf yaa para sebongkuu.        Akhirnyaaa muncul lah lagu yang terkenal HOT dari album Face The Sun dan aku suka lagunya karena sering muncul di beberapa platform media sosial kan, tapi aku belum tau kalau itu lagu Seventeen dan gak nyadar kalau itu lagu Seventeen wkwkwk...